Jumat, 13 April 2012

SEJARAH MUNCULNYA ILMU KALAM DAN TASAWUF


BAB I
PENDAHULUAN



A.      Latar Belakang Masalah
Sejak dulu hingga sekarang, pembahasan tentang asal kata sufi belum pernah mencapai kata sepakat. Para ahli berbeda pendapat tentang asal kata sufi ini.
DR.Zaki Mubarok dalam kitabnya “ At-Tasawuf Islami Fil Adaki Wal Akhlaq” (Mesir, 1937) menerangkan panjang lebar sejarah dan asal perkataan ini yang tentunya tidak semua di buat dalam tulisan ini.
Dari berbagai pendapat yang muncul di berbagai buku mengenai tasawuf ini, harapan penulis semoga kita mengambil jalan tengahnya. Karena kebenarannya yang haqiqi hanyalah milik Allah semata.
Begitu juga Ilmu Kalam, perlu kita ketahui bahwa apa sebenarnya Ilmu Kalam itu ?
Harapan penulisan semoga tulisan ini bermanfaat bagi pembaca semuanya khususnya buat penulis.

B.       Rumusan Masalah
Mengingat pentingnya pembelajaran ini maka kami dapat merumuskan dan menyusun rumusan masalah sebagai berikut :
1.      Apa pengertian Ilmu Kalam ?
2.      Apa pengertian Ilmu Tasawuf ?
3.      Apa dasar Ilmu Kalam dan Tasawuf ?




BAB II
SEJARAH MUNCULNYA ILMU KALAM DAN TASAWUF
DAN DASAR-DASAR ILMU KALAM DAN TASAWUF


A.      Sejarah Munculnya Ilmu Kalam dan Tasawuf / Sufi
Pada zaman Rasulullah SAW Islam tidak mengenal aliran tasawuf, juga pada masa sahabat dan tabi’in. Kemudian datang setelah masa tabi’in suatu kaum yang mengaku zuhud yang berpakaian ini shuf (pakaian dari bulu domba). Karena pakaian ini mereka mendapat gelar atau julukan sebagaimana mereka yaitu sufi. Dengan nama tarekatnya tasawuf. [1]
Adapun pengakuan tanpa adanya dalil yang menerangkan ataupun dari berita-berita dusta bahwa Rasulullah SAW dan para sahabatnya adalah juga golongan tasawuf. Maka hujah seperti ini, tidak dapat diterima oleh orang yang berakal sehat. [2]
Pentingnya diperhatikan bahwa istilah ini hampir tidak pernah ada digunakan pada 2 akad pertama hijrah. Jelasnya bahwa istilah sufi memang tidak ada pada zaman Rasulullah, para sahabat dan tabi’innya.
Namun pada akad ke-2 lah setelah kedatangan Islam (622 M) ada sebagian orang yang menyebut dirinya shufi. Yang berarti bahwa mereka mengikuti jalan pengecualiann hati dan watak dan prilaku mereka untuk mencapai maqam orang-orang yang menyembah Allah seakan-akan mereka melihat dia. Sekalipun mereka tidak melihat Allah, tetapi Allah melihat mereka. [3]

B.       Pengertian Ilmu Kalam
Ilmu tauhid adalah suatu kaum yang membahas tentang wujud Allah SWT, sifat-sifat wajib yang tetap padanya, sifat-sifat yang boleh disifatkan padanya tentang sifat-sifat yang yang sama sekali wajib dilenyapkan dari padanya. Juga membahas tentang para Rasulullah mereka. Menyakinkan apa yang ada pada diri mereka dan apa yang dinisbahkan kepada diri mereka dan apa yang terlarang menghubungakannya pada mereka. Ilmu tauhid juga disebut Ilmu Kalam [4]

C.      Pengertian Ilmu Tasawuf
Pada hakekatnya, selain air secara waghotan diatas, tasawuf itu dapat juga diartikan mencari jalan untuk memperoleh kecintaan dan kesempurnaan rohani. Selain itu dapat juga diartikan berpindah dari kehidupan bisa menjadi kehidupan shufi yang selalu tekun beribadah dan jernih, bersih jiwa dan hatinya, ikhlas karena Allah SWT semata-mata.[5]
Adapun makna dan ta’rif secara istilah ada beberapa pendapat tentang tasawuf diantarnya adalah :
1.      Syekh Junaidi Al-Baqhdad berkata






“Tasawuf ialah hendaknya keadaanmu berserta Allah tanpa adanya perantara”

2.      Syekh Ma’ruf Al-Karkhi :





“Tasawuf adalah berarti mencari hakekat dan meninggalkan dari segala sesuatu yang ada pada tangan makhluq”

3.      Dzun Nun Al-Mishri



“Shufi adalah orang yang tidak payah mencari dan tidak susah karena musnab milik.”
4.      Ibnu Kaldum
“Tasawuf itu adalah semacam ilmu syariat yang timbul kemudian di dalam agama, asalnya ialah bertekun beribadah dan memutuskan pertaliannya dengan segala selain Allah, hanya menghadap Allah semata, menolak hiasa-hiasan dunia serta mencari perkara-perkara yang selalu memperdaya orang banyak kelezatan harta benda dan kemegahan dan menyendiri menuju jalan Tuhan dalam Khalwat dan Ibadah”

5.      Sahal Al-Tastury
Shufi adalah orang yang bersih dari kotoran-kotoran (kekeruhan) dan penuh pemikiran dan hanya memusatkan pada Allah semata-mata tanpa manusia, dan sama baginya harta benda dengan tanah liat.

6.      Bisyar Al-Hafi
“Seorang shufi ialah orang yang telah bersih hatinya semata-mata untuk Allah”.

7.                    Bardar Bin Husin
“Shufi ialah orang yang telah memilih Al-Haq (Allah) semata-mata untuk dirinya “

8.      Abu Ali Ahmad Al-Huzbari
“Seorang Shufi (Ahli Tasawuf) ialah yang memakai kain shuf untuk membersihkan jiwanya, memberi makan hawanya dengan kepahitan meletakkan dunia di bawah tempat duduk dan berjalan (suluk) menurut contoh Rasul Musthofa”

9.   Prof.DR.H Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA)
“Tasawuf adalah membersihkan jiwa dari pengaruh benda atau alam supaya di mudah menuju kepada Tuhan”[6]


D.      Dasar-dasar Ilmu Kalam dan Tasawuf
Prof. DR.HAMKA dalam bukunya “perkembangan tasawuf dari abad ke abad menyimpulkan : “Bahwasanya tasawuf Islam telah tumbuh sejak tumbuhnya agama Islam itu sendiri. Bertumbuh dalam jiwa pendiri Islam itu, sendiri : Yaitu Nabi Muhammad SAW. [7]
Setelah memperhatikan permulaan tumbuhnya, jelaslah bahwa ilmu tasawuf tumbuh sendiri lantaran pengaruh membaca Al-Qur’an, memahami maksudnya membaca hadits, mencontoh kehidupan Nabi dan Para Sahabatnya, serta pengaruh tuntunan Agama Islam pada umumnya. Akan tetapi permulaan tumbuhnya sampai akhri abad kedua Hijriyah, tasawuf belum menjadi suatu ilmu yang tersusun / tersendiri dengan beberapa syarat dan tata cara tertentu.









BAB III
PENUTUP


A.      Kesimpulan
1.      Ilmu tauhid adalah suatu  kaum yang membahas tentang wujud Allah SWT, sifat-sifat wajib yang tetap padanya
2.      Secara waghotan diatas, tasawuf itu dapat juga diartikan mencari jalan untuk memperoleh kecintaan dan kesempurnaan rohani. Selain itu dapat juga diartikan berpindah dari kehidupan bisa menjadi kehidupan shufi yang selalu tekun beribadah dan jernih, bersih jiwa dan hatinya, ikhlas karena Allah SWT semata-mata.[8]
3.      Yang Menjadi dasar Dario tasawuf adalah Al-Qur’an.
B.       Saran
Harapan kami sebagai penulis, semoga makalah yang kami buat ini bermanfaat bagi kita sebagai hamba Allah SWT. Sehingga kita benar-benar bersih dari penyakit dari. Dan kita benar-benar dekat dengan sang khaliq.
Kritik dan saran kami harapkan dari teman-teman pembaca. Tentunya kritik dan saran yang sifatnya membangun yang mana tujuannya untuk perbaikan makalah kami yang akan datang.






DAFTAR PUSTAKA

http://www.rangerwhite.09 –Artikel-blogspot.com/2010/05 hubungan – ilmu - kalam dan tasawuf

MZ.Habib.2001. Memahami Ajaran Tasawuf. Surabaya : Bintang Usaha





[1]   http ://www : range white 09.artikel.blogspot.com / 2010 / 05 / hubungan-ilmu-kalam-tasawuf 
    dan html.
[2]   Ibid
[3]   Ibid
[4]  Ibid
[5]  Tabib.MZ. Memahami Ajaran Tasawuf, (Surabaya, Bintang Usaha Jasa, 2001 ) hal 12-14
[6]   Ibid. halaman 4
[7]  Ibid. halaman 6
[8]  Tabib.MZ. Memahami Ajaran Tasawuf, (Surabaya, Bintang Usaha Jasa, 2001 ) hal 12-14

1 komentar: